SATU TAHUN ARAB SPRING : DEMOKRASI ATAU ISLAM ?


 

Abstrak

Kebangkitan dunia Arab atau Musim Semi Arab (bahasa Inggris: The Arab Spring; bahasa Arab: الثورات العربية, secara harafiah Pemberontakan Arab) adalah gelombang revolusi unjuk rasa dan protes yang terjadi di dunia Arab. Sejak 18 Desember 2010, telah terjadi revolusi di Tunisia dan Mesir; perang saudara di Libya; pemberontakan sipil di Bahrain, Suriah, dan Yaman; protes besar di Aljazair, Irak, Yordania, Maroko, dan Oman, dan protes kecil di Kuwait, Lebanon, Mauritania, Arab Saudi, Sudan, dan Sahara Barat. Kerusuhan di perbatasan Israel bulan Mei 2011 juga terinspirasi oleh kebangkitan dunia Arab ini. Protes ini menggunakan teknik pemberontakan sipil dalam kampanye yang melibatkan serangan, demonstrasi, pawai, dan pemanfaatan media sosial, seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan Skype, untuk mengorganisir, berkomunikasi, dan meningkatkan kesadaran terhadap usaha-usaha penekanan dan penyensoran Internet oleh pemerintah. Banyak unjuk rasa ditanggapi keras oleh pihak berwajib, serta milisi dan pengunjuk rasa pro-pemerintah. Slogan pengunjuk rasa di dunia Arab yaitu Ash-sha`b yurid isqat an-nizam.

Keyword          : Arab Spring, revolusi, demonstrasi

  1. A.                 Pendahuluan            

Ketika peristiwa di Mesir mulai berkembang pada akhir Januari 2011, laporan-laporan awal dari kebanyakan saluran berita adalah terjadinya protes ‘Anti-Mubarak’, dan hal ini adalah pandangan yang didorong oleh sumber berita seperti Al-Jazeera, BBC dan New York Times. Namun, ketika protes itu mulai menjadi matang dan jumlah orang-orang yang turun ke jalan-jalan meningkat, ada pergeseran tiba-tiba dari saluran-saluran berita dengan mengacu protes itu sebagai protes ‘pro-demokrasi’.[1] Hampir dalam semalam semua saluran berita itu mengacu pada seruan bagi demokrasi gaya Barat di wilayah tersebut. Titik catatan atas hal ini, bukanlah dari konspirasi oleh media, namun mereka hanya mencerminkan konteks yang diciptakan bagi mereka oleh para politisi Barat seperti Barak Obama Presiden Amerika Serikat yang mendukung protes itu dan menyerukan reformasi demokratis dalam mengatur agenda itu agar diikuti oleh media. Tidak ada fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa rakyat lebih menyerukan demokrasi daripada ketika demonstrasi itu mulai terjadi lebih kurang seminggu sebelumnya. Jika ada alasan kenapa semakin banyak orang yang turun ke jalan-jalan dan dimana ratusan ribu orang berdoa di Tahrir Square maka jelaslah bahwa titik acuan bagi kebanyakan demonstran itu bukanlah liberalisme melainkan Islam.[2] Berkembangnya demonstrasi pro-demokrasi berarti bahwa ketika pemberontakan itu sampai ke Libya, Yaman dan Suriah asumsi terbanyak yang otomatis adalah bahwa mereka juga ingin demokrasi, suatu asumsi yang didasarkan pada informasi dan bukan pada realitas. Selama puncak protes di Yaman, banyak saluran berita utama menunjukkan gambar-gambar Sheikh Zindani dalam menangani protes besar di Shan’a selama demonstrasi pada hari Jumat. Jika Anda percaya cerita yang diberikan oleh para penyiar itu, maka itu adalah tindakan mengumpulkan orang-orang yang menyerukan demokrasi dan liberalisme. Namun, orang yang mengerti bahasa Arab dan benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan oleh Zindani akan menyadari bahwa dia menyerukan pelaksanaan Syariah dan Khilafah dengan mengutip hadits Nabi Muhammad SAW tentang kembalinya Khilafah.[3]

B.            Zaman Baru “ Arab Spring “

Revolusi Arab (Arab Spring)” tepatnya dimulai pada bulan Januari 2011. Satu tahun telah berlalu. Adakah perubahan yang mendasar terjadi di Timur Tengah?

Pergolakan ini berawal dari Tunisia, meluas ke Mesir hingga akhirnya melanda sebagian  besar dunia Muslim. Setelah setahun, perubahan rezim hanya terjadi di Libya. Sementara di Mesir dan Tunisia, para penguasanya mungkin berganti. Namun, rezim lama sebenarnya masih tetap berkuasa. Penyebabnya adalah campur-tangan kekuatan asing terutama Amerika. Amerika memanipulasi perubahan di Timur Tengah dengan tujuan menciptakan Timur Tengah Raya baru, dengan kekuatan lama Eropa yang memiliki pengaruh kecil. Pemecatan Zine El Abidine Ben Ali bukanlah peristiwa yang terjadi secara acak, namun merupakan sintesis dari korupsi yang merajalela selama 23 tahun di bawah lindungan Barat. Hal ini diperburuk oleh krisis keuangan global dan program-program structural pengisap darah IMF. Amerika bersemangat menunggu gejolak yang sama di Aljazair, Yordania dan Negara-negara Teluk. Mereka berharap bisa mengontrol rezim-rezim itu untuk memberikan kesetiaan kepada Amerika Serikat, setelah sebelumnya Negara-negara itu lebih banyak berkorban untuk Inggris dan Prancis.

  1. 1.      Negara Mesir

Amerika Serikat menjinakkan pemberontakan dengan cara membuang agen-agen yang setia kepada Mubarak, berikutnya menyerahkan kekuasaan kepada militer untuk memerintah Mesir. Perjanjian Terusan Suez dan Pakta Bersama Mesir dengan Israel tetap berlaku sehingga banyak mengecewakan masyarakat Mesir. Saat ini Amerika secara terbuka membangkitkan kembali ambisinya untuk menguasai Dunia Arab, sesuatu yang dulunya dianggap terlampau ambisius dan berbahaya dibicarakan secara terbuka. Partai Ikhwanul Muslimin dan An Nur mendapatkan kemenangan telak. Namun, agenda mereka tampaknya tidak akan berbeda dengan para  pendahulunya. Walaupun Ikhwanul Muslimin adalah kelompok politik terbesar di Mesir dan kekuatan yang luar biasa, mereka justru menempatkan diri pada posisi yang lemah. Mereka menunjukkan diri bahwa mereka tidak benar-benar menyerukan Islam. Mereka berusaha menenangkan kekhawatiran dunia Barat terhadap Islam di Mesir. Ikhwanul Muslimin menyatakan siap masuk ke dalam pemerintahan dan berkoalisi  dengan partai-partai lain. Hilarry Clinton mengatakan pemerintaha Obama akan melanjutkan pendekatan dengan melakukan kontak-kontak terbatas dengan Ikhwanul Muslimin yang sudah dilakukan selama sekitar lima atau enam tahun. Partai An Nur tidak berbeda . juru bicara Partai An Nur dari Salafi. Yousri Hammad, dalam sebuah wawancara telepon dengan saluran satelit independen An –Nas menyatakan kesiapan partainya untuk mempertahankan hubungan Mesir dengan Israel. “ Mesir adalah penanda tangan perjanjian-perjanjian internasional dan hal ini harus dihormati. Ini bukan pendapat pribadi saya atau pendapat dari ketua partai. Ini adalah bagian dari kebijakan partai.” ujarnya.[4]

  1. 2.      Negara Suriah

Bashar Al-Assad teru melakukan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri, sementara masyarakat internasional hanya menonton. Respon masyarakat internasional sebagian besar hanyalah retorika. Pada saat yang lain banyak menyerukan pemecatan Assad, Amerika malah menyerukan rezim Assad untuk melakukan reformasi. Suriah kerap digambarkan sebagai Negara yang memperdulikan aturan-aturan internasional dan mendukung militant Hizbullah dan Palestina. Namun, yang luput dari pengawasan umum adalah bahwa pemerintah Amerika selalu memandang Suriah sebagai wakil Amerika yang penting dibutuhkan di wilayah tersebut. Suriah telah menjaga kepentingan-kepentingan Amerika, di antaranya lewat tindakan penangkapan dan penyiksaan terhadap rakyatnya sendiri. Di irak, Suriah memainkan peran aktif dalam menginfiltrasi kaum Islamis dan memberikan informasi intelijen berharga kepada pasukan koalisi pimpinan AS. Termasuk kepada pasukan Penangkis Suriah (SDP) di Lebanon yang menjamin perlindungan kepentingan-kepentingan Amerika di bawah Perjanjian Taif tahun 1989.

Amerika telah mendorong oposisi Suriah untuk memelihara dialog dengan rezim Bashar Al-Assad, mempersiapkan soad map reformasi dengan tetap mempertahankan Assad. Hilarry Clinton menjelaskan sikap Amerika dalam wawancaral  dengan media Italia Di Mezz’Ora (Mei 2011). “ yang kami tahu adalah bahwa mereka (rezim Assad) masih memiliki kesempatan melakukan agenda reformasi. Tak seorang pun percaya Qaddafi akan melakukan hal itu. Orang percaya ada kemungkinan jalan ke depan bagi Suriah. Jadi kami akan terus bergabung dengan semua sekutu kami untuk terus menekan dengan sangat keras pada masalah itu.”

Partai Islam pertama yang meraih kemenangan di zaman baru Timur Tengah yang disebut Arab Spring itu adalah Partai Ennahda di Tunisia, juga diikuti partai berbasis Islam di Maroko, Partai Keadilan dan Pembangunan, yang menyapu bersih suara dalam pemilu bersejarah negeri itu. Dan paling akhir di Mesir, Partai Ikhwanul Muslimin juga menjadi pemenang dalam pemilu demokratis pertama negeri itu pasca Hosni Mubarak lengser.[5] Di negara-negara Arab lain, hal yang sama juga diperkirakan akan terjadi. Munculnya kekuasaan kubu Islam di Timur Tengah tak dapat dielakkan menimbulkan situasi baru di kawasan yang kaya energi tapi selalu bergejolak itu. Konstelasi politik, regional maupun internasional, akan mendapat dampak dari perubahan kepemimpinan Timur Tengah ini. Kekhawatiran dan harapan merebak sekaligus, tentu saja tergantung pada kepentingan siapa yang berbicara. Negara-negara Barat, apalagi Israel, adalah pihak yang khawatir atas perkembangan terbaru ini. ‘Kenyamanan’ Barat-Israel dengan kondisi Timur Tengah seperti di masa lalu, kini telah terusik. Barat-Israel dalam beberapa dasawarsa terakhir memang merasa cukup ‘nyaman’ dengan memiliki sekutu-sekutu erat di Timur Tengah, meski sekutu-sekutu tersebut merupakan para diktator, tiran, koruptor atau para pelanggar HAM berat. Tapi era itu kini telah berakhir. Gelombang aksi demonstrasi menuntut reformasi demokrasi di kawasan itu telah menumbangkan banyak sekutu AS-Israel. Yang menjadi kekhawatiran mereka adalah tumbangnya sekutu-sekutu Barat-Israel itu digantikan oleh kelompok-kelompok Islamis yang cenderung mengambil sikap bermusuhan. Barat-Israel sangat khawatir seperti apa yang terjadi di Iran jatuhnya rezim Shah Iran yang pro-Barat diganti oleh kelompok Islam yang sangat anti-Barat  terjadi juga di kawasan Arab Spring lainnya.[6] Partai-partai yang kini meraih kemenangan adalah partai Islam moderat. Bahkan Partai Ikhawanul Muslimin, yang di era Hosni Mubarak selalu digambarkan sebagai kelompok militan, ternyata sangatlah moderat. Dalam kampanyenya, partai itu selalu menekankan tak ingin mendirikan negara Islam atau mengambil sikap bermusuhan dengan Barat.[7]

  1. B.                  Propaganda Amerika Terhadap Negara Islam Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, mengatakan, aksi perlawanan rakyat di Timur Tengah dan Afrika Utara atau yang lebih dikenal sebagai Arab Spring merupakan kekalahan bagi Amerika Serikat, demikian laporan stasiun Press TV, Rabu (2/11/2011).[8] Amerika Serikat kehilangan sekutu regionalnya setelah revolusi dan aksi perlawanan di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara, kata Mehmanparast. “Amerika kebingungan dan keheranan dalam keputusan dan perilaku mereka dalam menghadapi revolusi regional,” kata Mehmanparast.[9] Ia merujuk kepada tuduhan AS baru-baru ini mengenai keterlibatan Teheran dalam rencana teror guna membunuh utusan Arab Saudi dan upaya seperti itu ditujukan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari gelombang perlawanan rakyat di wilayah tersebut.  Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu menyatakan, mayoritas warga Amerika takkan menerima skenario palsu Washington terhadap Republik Islam tersebut, kata media satelit Press TV. Pada Oktober, Amerika Serikat menyatakan Republik Islam Iran terlibat dalam merencanakan dan mendorong kegiatan teror di luar negeri, termasuk rencana untuk membunuh duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat. Iran dengan keras telah membantah tuduhan itu. Republik Islam tersebut juga menuntut permintaan maaf resmi dari Amerika Serikat berkaitan dengan tuduhan anti-Iran dan pemberitaan palsu media yang menyatakan bahwa Teheran berencana membunuh duta besar Arab Saudi untuk Washington.

Dalam surat terakhir kepada Pemerintah AS, Iran bersikeras bahwa pihak berwenang Amerika harus meminta maaf kepada pemerintah dan rakyat Iran karena telah melontarkan tuduhan palsu yang terhadap Teheran tentang pelanggaran norma dan peraturan internasional. Surat tersebut telah diserahkan ke Kedutaan Besar Swiss di Teheran yang mewakili kepentingan AS di Iran sejak Teheran dan Washington memutuskan hubungan diplomatik tahun 1980.[10]

  1. C.                  Krisis Suriah Oleh Konfirasi Amerika-Israel

krisis Suriah membuka mata dunia dan mempertontonkan kebusukan musuh-musuh suriah sebenarnya.

1. Amerika, Israel dan NATO Hampir semua kerusuhan, peperangan dan teror yang terjadi khususnya di Timur Tengah, dalangnya adalah Amerika-Israel dengan menggunakan NATO sebagai ujung tombaknya. Arab spring yang terjadi di dunia Arab sebenarnya konspirasi mereka meskipun tidak semuanya sejalan dengan skenario yang sudah mereka persiapkan.[11] Dikarenakan bangkitnya kesadaran rakyat dan rindunya mereka dengan kebebasan dan kemulian Islam yang selama ini terpendam dalam kubangan lumpur dosa para pemimpin boneka Amerika dan budak Israel. Suriah adalah diantara negara yang berusaha dikudeta secara halus dengan cara menggunakan segelintir oposisi binaan CIA yang sudah dipersiapkan, baik dana maupun persenjataan. Perusuh-perusuh binaan ini adalah para teroris yang tidak segan membunuh sipil dan anak-anak kecil sekalipun. Barat menamakan mereka “aktivis”. Amerika–Israel begitu bernafsu menggulingkan pemerintahan sah Damaskus dan menggunakan segalam macam cara termasuk veto PBB, dikarenakan dukungan penuh dan tanpa henti Suriah terhadap trio muqowamah; Iran, Hamas dan Hizbullah.[12] Inilah inti sebenarnya kengototan Washington. Di samping itu, karena Damaskus begitu mesra dengan musuh Amerika, Rusia dan Cina. Sehingga banyak analis perang mengatakan kalau krisis suriah sebenarnya perang antara Amerika vs Rusia Cina. Bahkan kalau seandainya perang jadi digelar akan terjadi perang dunia ketiga.

      Revolusi       Perang saudara       Mengalami kerusuhan sipil dan perubahan pemerintahan       Protes dan perubahan pemerintahan
      Protes besar       Protes kecil       Protes di luar dunia Arab

Sebab atau Faktor terjadinya demonstrasi besar-besaran di Kawasan Timur Tengah

Ciri-ciri Gerakan Demonstrasi

  1. D.                 Masa Depan Revolusi Arab

Revolusi Arab menantang tatanan dunia yang ada. Rakyat bangkit menggulingkan para penguasa mereka. Revolusi Arab masih bekerja menuju suatu kemajuan. Peran Islam dalam masyarakat. Partai-partai yang ingin melemahkan Islam akan melihat diri mereka sendiri tersisih. Ameika dan dunia Barat harus bersaing dengan Dunia Islam yang menjadi muda kembali. Dunia Islam membuktikan mampu mematahkan belenggu ketakutan, dengan menjatuhkan rezim represif dukungan Barat, untuk menentukan nasib mereka di tangan mereka sendiri, yang pasti Dunia Islam menginginkan perubahan.[15]

Daftar Pustaka

www.kompas.com “ AS kalah hadapi Negara Islam Iran”, h. 2-3 diakses minggu 8 April 2012 jam 20:19 wib dibogor

www.kompas.com ” Fenomena krisis suriah : konfirasi Amerika-Israel” rabu (7/3) dari berita Al-manar h. 2-3 diakses minggu 8 April 2012 jam 21:24 wib dibogor

www.wikipediabahasaIndonesia.com, ensiklopedia bebas. hal 2-4 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

www.wikipediabahasaIndonesia.com, ensiklopedia bebas. hal 2-6 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

www.kolom.detiknews.com ‘pelajaran dari Arab Spring dan AKP Turkey’ hal 2-4 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

www.kolom.detiknews.com ‘pelajaran dari Arab Spring dan AKP Turkey’ hal 4-3 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

www.kompas.com “ AS kalah hadapi Negara Islam Iran”, h. 1-2 diakses minggu 8 April 2012 jam 20:19 wib dibogor

www.kompas.com “ pidato menteri luar negeri iran”, h. 2 diakses minggu April 2012 jam 21:02 wib dibogor.

Al-waa’ie, Media Politik dan Dakwah. No 138. XII 1-29 Februari 2012 h. 66-67


[1] www.mediasyabab.com satu tahun arab spring demokrasi atau islam? Hal 1. Diakses hari selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib  dilembang bandung

[2] www.mediasyabab.com satu tahun arab spring demokrasi atau islam? Hal 1-2. Diakses hari selasa 13 Maret 2012  Jam 18:20 wib dilembang bandung

[3] http//www.women-hizbut-tahrir.info konferensi internasional perempuan diakses dalam situs www.mediasyabab.com hal 1-2 diakses selasa 13 Maret 2012  Jam 18:20 wib dilembang bandung 

[4] Al-waa’ie, Media Politik dan Dakwah. No 138. XII 1-29 Februari 2012 h. 66-67

[5] www.kolom.detiknews.com ‘pelajaran dari ArabSpring dan AKP Turkey’ hal 1-2 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

[6] www.kolom.detiknews.com ‘pelajaran dari Arab Spring dan AKP Turkey’ hal 2-4 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

[7] www.kolom.detiknews.com ‘pelajaran dari Arab Spring dan AKP Turkey’ hal 4-3 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

[8] www.kompas.com “ AS kalah hadapi Negara Islam Iran”, h. 1-2 diakses minggu 8 April 2012 jam 20:19 wib dibogor

[9] www.kompas.com “ pidato menteri luar negeri iran”, h. 2 diakses minggu April 2012 jam 21:02 wib dibogor.

[10] www.kompas.com “ AS kalah hadapi Negara Islam Iran”, h. 2-3 diakses minggu 8 April 2012 jam 20:19 wib dibogor

[11] www.kompas.com ” Fenomena krisis suriah : konfirasi Amerika-Israel” rabu (7/3) dari berita Al-manar h. 2-3 diakses minggu 8 April 2012 jam 21:24 wib dibogor

[12] www.kompas.com ” Fenomena krisis suriah : konfirasi Amerika-Israel” rabu (7/3) dari berita Al-manar h. 3-5 diakses minggu 8 April 2012 jam 21:24 wib dibogor

[13] www.wikipediabahasaIndonesia.com, ensiklopedia bebas. hal 2-4 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

[14] www.wikipediabahasaIndonesia.com, ensiklopedia bebas. hal 2-6 diakses selasa 13 Maret 2012 Jam 18:20 wib dilembang bandung

[15] Al-waa’ie, Media Politik dan Dakwah. No 138. XII 1-29 Februari 2012 h. 66-67

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s